Lagu Rejang Terbaru – Sad6i Keme

Salah satu media yang dapat dijadikan alat untuk mengungkapkan rasa cinta pada kampung halaman sekaligus menegaskan jati diri seseorang terkait kampungnya adalah melalui lagu-lagu atau musik. Saya selaku pemuda Rejang di perantauan (saat ini mahasiswa UI, Depok #jumawa #hahahaha) pun masih memelihara keterikatan dengan kampung melalui lagu-lagu. Sebagian teman di kampus menganggap saya aneh dan kuno. “Serah dah, sabodo amat” pikir saya menanggapi teman-teman yang seperti mainstream seperti itu, hihihihi :D.

Tidak sampai 1 bulan yang lalu saya temukan sebuah video lagu di youtube yang berjudul Sadɕi Keme. Melihat judulnya saja saya selaku orang asli Rejang (Jang Ka’ɕt) langsung yakin bahwa video tersebut merupakan video lagu Rejang. Dan benar sekali, Sadɕi Keme adalah lagu yang diciptakan dan dinyanyikan oleh Yani Mandela, seorang pemuda Rejang asal Lebong.

Buat sanak-sanak Rejang yang mungkin berkesempatan membaca tulisan singkat ini mungkin akan sedikit gerah karena walaupun bercerita tentang tanah kita, kampung halaman kita, Rejang, lebih banyak bahkan semuanya menyoroti perihal daerah Lebong. Lantas, kita akan bertanya-tanya, dimana eksistensi puak Rejang yang lain seperti Rejang Selupu (Tun Cu’up); Rejang Kepahiang (Tun Kɕpayang); Rejang Utara (Tun Pɕseser); Rejang Tengah (Tun Tabɕak Pɕnanjung); dan Rejang Rawas (Tun Rawas)? Apabila saya boleh menjawab, hal ini didasari oleh dua hal, yakni:

  1. Yani Mandela selaku penulis lirik dan penyanyi lagu Sadɕi Keme merupakan pemuda bersuku Rejang asal Lebong, sehingga wajar apabila lagu yang ditulis tidak jauh-jauh dari kampung nan indah di Lebong sana.
  2. Lebong terlepas dari hasil penelitian Prof. Richard McGinn dari Ohio University yang menghasilkan kesimpulan bahwa Lebong merupakan daerah Rejang yang paling muda dan bahasanya paling berevolusi, memperlihatkan gejala keunggulan dibanding daerah Rejang yang lain dari sisi jumlah orang besar yang dihasilkan serta jumlah musik atau lagu yang dihasilkan.

Bagi kawan-kawan sekalian yang penasaran terhadap lagu Sadɕi Keme bisa langsung baca lirik dan terjemahannya dalam bahasa Inggris di bawah ini ya. Ciao 🙂

Original Lyric in Rejang Language

Dio ba sadɕi keme
Nak penggea bioa Tawɕn
Kɕnliling tɕbo kɕnliling sawɕak
Dio ba pɕnan keme

Padɕak tun mɕna’o
Lɕbong tanɕak pusako
Padɕak tun mɕna’o
Lɕbong tanɕak kayo

Padang Bɕnɕi nak ujung Sɕmɕlako
Tɕbo Ba’ɕs nak Tabɕak Da’ɕt
Ulau Tawɕn nak Sadɕi Topos
Kɕramat Ulau Du’ɕs nak Sadɕi Tunggang

Padɕak tun mɕna’o
Lɕbong tanɕak pusako
Padɕak tun mɕna’o
Lɕbong tanɕak kayo

Danɕu Tes pɕnan tun mɕto
Danɕu Picung pɕninggea Bɕlando
Bioa Putiak bioa nɕ panɕs
Muara Aman pasar rayo

Padɕak tun mɕna’o
Lɕbong tanɕak pusako
Padɕak tun mɕna’o
Lɕbong tanɕak kayo

Danɕu Tes pɕnan tun mɕto
Danɕu Picung pɕninggɕa Bɕlando
Bioa Putiak bioa nɕ panɕs
Muara Aman pasar rayo

Do’o ba sadɕi keme
Kunɕi bɕl’o sapɕi ba uyo
Pɕninggɕa ninik ngen puyang
Do’o ba tanɕak tɕ Jang

Do’o ba tanɕak tɕ Jang

 

Lirik: Yani Mandela

Translation in English

This is our homeland
Along the bank of Ketahun River
Surrounded by Mountains and Farmlands
This is our place

Our ancestor said that
Lebong is our noble land
Our ancestor said that
Lebong has an abundant resources

The Padang Bɕnɕi located near Semelako
The Ba’ɕs Mountain around Tabɕak Da’ɕt
The source of Ketahun River at Topos
The Kɕramat Ulau Du’ɕs at Tunggang

Our ancestor said that
Lebong is our noble land
Our ancestor said that
Lebong has an abundant resources

Danɕu Tes Lake is a place for vacant
Danɕu Picung Lake was made by the Dutch
Bioa Putiak has a hot water
Muara Aman with its big weekly market

Our ancestor said that
Lebong is our noble land
Our ancestor said that
Lebong has an abundant resources

Danɕu Tes Lake is a place for vacant
Danɕu Picung Lake was made by the Dutch
Bioa Putiak has a hot water
Muara Aman with its big weekly market

That is our village
From the past to the present
A heritage from our ancestor
That is our noble land, Jang

That is our noble land, Jang

 

Translation: M. Fikri Ansori

Bonus
Berikut adalah sekelumit foto (dokumentasi pribadi) tentang kampung halaman saya, Tanɕak Jang tercinta.

26844

26845

cropped-dsc_0128.jpg

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close