Laporan Bacaan Mata Kuliah Sejarah Diplomasi

Bila di dua tulisan pertama yang aku tulis adalah perihal kegiatan yang seru, asyik, dan fun, maka dua tulisan selanjutnya (third and fourth article respectively) berbobot sedikit ilmiah dengan tidak mengurangi rasa cinta anok Tun Jang yang satu ini (a.k.a Pikli) terhadap kampung halamannya.

Kebayangkan kalau terdapat suatu pola (aseeek) dalam tulisan yang dimuat dalam blog sederhana ini. Pola tersebut ialah seru, asyik, dan fun –> berbobor sedikit ilmiah –> ilmiah –> gaje –> balik lagi ke seru, asyik, dan fun.  Hahahaha, lupakan ya guys ketidakjelasan paragraf kedua ini. Langsung saja kita masuk ke jeng jeng jeng …..
Laporan Bacaan Mata Kuliah Sejarah Diplomasi.

Nama                             : M. Fikri Ansori
NPM                               : 1406565316
Mata Kuliah                 : Sejarah Diplomasi Indonesia
Data Publikasi             : Diplomasi oleh S.l. Roy, Diterjemahkan oleh Herwanto dan
Mirsawati dari Judul Aslinya, Diplomacy.

 

 

Screenshot_5
Ilustrasi Diplomasi (Diambil dari http;//www/pengertianahli.com/201/01/pengertian-diplomasi-apa-itu-diplomasi.html)


Garis Besar Diplomasi

Asal usul diplomasi ternyata dapat ditelusuri sampai ke zaman-zaman kuno. Kata “diplomasi” sendiri diyakini berasal dari bahasa Yunani yakni diploun yang berarti melipat. Menurut Nicholson, surat-surat perjalanan dinas resmi pada zaman Romawi dicetak dalam benetuk logam dan kemudian dilipat, dijahit sedemikian rupa. Surat-surat tersebut dikenal sebagai diplomas. Pada perkembangan selanjutnya, diplomas mencakup tidak hanya surat-surat logam melainkan nonlogam pula.

 

Lama kelamaan kata diplomas dihubungkan dengan manajemne hubungan internasional. Menurut Earnest Satow, Burke menggunakan istilah “diplomasi” untuk menunjukkan suatu keahlian dan atau keberhassilan dalam perundingan internasional 1796.

Arti kata “diplomasi” cukup banyak. The Oxford English Dictionary mendefinisikan diplomasi sebagai manajemen hubungan internasional melalui negosiasi, hubungan tersebut diselaraskan dan diatur oleh duta besar dan para wakil: bisnis atau seni para diplomat.  Sedangkan menurut Harold Nicholson, kata diplomasi merujuk pada lima hal yakni: (1) politik luar negeri, (2) negosiasi, (3) mekanisme pelaksanaan negosiasi tersebut, (4) cabang Dinas Luar Negeri, dan (5) penerapan hal yang lebih abstrak; cara licik.

KM Panikkar dalam buku The Principle and Practice of Diplomacy mendefinisikan diplomasi sebagai seni mengedepankan kepentingan suatu negara dalam hubungannya dengan negara lain. Definisi oleh KM Panikkar ini mirip dengan yang disampaikan oleh Svarlien. Menurut Svarlien, diplomasi ialah seni dan ilmu mengenai negara dan perundingan.

Karena banyaknya definisi dan pengertian yang diberikan terhadap istilah “diplomasi”, kurang lebih pengertian ala garis tengah mengenai kata tersebut yaitu diplomasi yang erat kaitannya dengan hubungan internasional merupakan suatu seni yang mengedepankan kepentingan negara dalam suatu hubungan secara damai. Namun, apabila secara damai konsensus tidak dapat dicapai maka tindakan ancaman dan pemakaian kekuatan fisik dapat dipergunakan.

Lantas, dari pengertian diplomasi sebagaimana yang telah disebutkan di halaman sebelumnya maka kita dapat tahu bahwa tujuan utama dari diplomasi ialah tujuan dari negara itu sendiri. Tujuan diplomasi ialah memenangkan perundingan dan kesepakatan demi keamanan integritas territorial dan kebebasan politik.

Tujuan diplomasi tidak dapat tercapai apabila tujuan tersebut tidak diiringi oleh kemampuan tawar dan kekuatan yang memadai. Walaupun demikian, ada contoh menarik mengenai Savoy di Italia yang lemah secara militer namun mampu mempergunakan skill diplomasi secara cerdik dan bertahan pada masanya,

Mengamankan pasar penjualan dan daerah produksi bahan mentah ialah salah satu motif dari pengembangan diplomasi suatu negara terhadap negara lain. Contoh nyata kasus ini ialah kemerdekaan politik banyak negara bekas koloni pada abad ke-21 tidak diiringi dengan kekuatan perekonomian. Hal itu menjadi celah bagi negara-negara tertentu untuk berdiplomasi dan mengadakan pressure terhadap negara-negara baru tersebut dalam rangka mengamankan daerah pemasaran sekaligus daerah penghasil.

Diplomasi yang selalu berkaitan dengan hubungan formal internasional dapat dilihat dari sisi budaya. Diplomasi makanan dan pendirian pusat-pusat kebudayaan suatu negara secara tetap di negara lain adalah contoh konkrit diplomasi sisi budaya.

Screenshot_6Screenshot_7
Hallyu alias Gelombang Korea dan PSY dengan Gangnam Style yang Melejit pada tahun 2012 adalah Contoh Bagaimana Korea Selatan mampu Melakukan Suatu Diplomasi Budaya. (Diambil dari http://voice-of-alf.blogspot.co.id/2013/01/korean-wave-transendensi-kebudayaan.html dan http://www.dw.com/id/k-pop-diplomasi-budaya-ala-korsel/g-36223322)

Serba-serbi Diplomasi

 

Suatu negara dapat mencapai tujuan-tujuan diplomasi melalui berbagai macam cara. Menurut Kautilya, ada empat prinsip utama instrumen diplomai yakni sama, dana, danda, dan bedha. Sama menunjukkan perdamaian dan negosiasi. Dana berkaitan dengan reward dan penghargaan.  Danda berkaitan dengan pemberian ancaman, dan bedha berkaitan dengan pengunaan kekuatan fisik.

Bila dalam berhubungan dalam skala internasional kita banyak melakukan negosiasi, maka negosiasi itu adalah salah satu fungsi utama berdiplomasi. Negosiasi (khususnya) dan diplomasi pada umumnya dapat dikatakan gagal apabila konsesus antarpihak tidak tercapai. Namun, apabila konsensus antarpihak tercapai, konsesus bersama tersebut belum tentu memuaskan para hadirin (attendant).

Diplomasi selayaknya semua produk manusia yang lain memiliki plus dan minus sendiri,.Diplomasi memiliki banyak kekurangan salah satunya ialah motivasi yang kuat antarpihak yang berbeda kepentingan dapat menggagalkan upaya diplomasi. Seahli apapun seorang diplomat dalam melakukan bargaining kepentingan negaranya, apabila negara yang direpresentasikan oleh nya tidak memiliki kekuatan yang memadai dapat saja membuat negosiasi bubar.Pun pada masa perang dingin ketika dua negara adikuasa dengan ideologi masing-masing yang sama sekali berbeda saling berhadap-hadapan, diplomasi internasional sedikit banyak mengalami kemunduran dan diplomasi ditandai dengan munculnya kelompok-kelompok pertahanan bersama.

Pentingnya Diplomasi

Diplomasi mempunyai peran yang beragam dalam percaturan politik dan kehidupan masyarakat internasional. Perang dan damai di sisi lain merupakan suatu hal yang tua dan kuno, barangkali sama tuanya dengan peradaban manusia itu sendiri. Seiring berjalannya waktu, diplomasi dengan metode negosiasi, persuasi, perundingan, dan tukar pikiran telah lebih mengemuka dan penting demi menghindari penggunaan kekuatan fisik. Singkat kata, diplomasi sangat vital bagi pemeliharaan perdamaian dunia.

Banyak masalah-masalah besar dunia dapat diselesaikan melalui jalur diplomasi. Organski menggambarkan bahwa diplomasi ialah jalan termurah untuk menguji kekuatan dalam suatu hubungan internasional.

Mengingat dewasa ini tak satupun negara di dunia yang dapat berdiri sendiri, maka suatu bangsa memerlukan politik luar negeri yang terpisah dengan politik dalam negerinya. Walaupun demikian, pada kasus negara-negara isolasionis layaknya Amerika pada abad ke-19 yang menutup diri dari pengaruh luar sesungguhnya isolasi tersebut adalah gaya politik luar negeri yang sedang dimainkan.

Gimana guys? Nggak pusingkan sama laporan bacaan di atas? Pusing ga ya, pusing ga ya, ga pusing dong. #IniLaporanKu #ManaLaporanMu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close